DISKUSI PUBLIK EKONOMI : “Tembakau Madura di Persimpangan Jalan antara Harapan dan Kenyataan”

Pada hari Selasa, tanggal 4 November 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wiraraja telah menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik Ekonomi yang bertempat di Graha Sumekar, Universitas Wiraraja. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, petani lokal, serta tamu undangan lainnya. Acara ini mengusung tema “Tembakau Madura Di Persimpangan Jalan Antara Harapan Dan Kenyataan” sebagai upaya membuka ruang dialog konstruktif antara mahasiswa, akademisi, petani, dan pemerintah daerah dalam membahas arah kebijakan ekonomi Madura, serta menggali potensi pengembangan kawasan ekonomi khusus berbasis tembakau.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wiraraja, yang menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk kepedulian moral mahasiswa terhadap kondisi petani tembakau di Madura. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “…Ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan panggilan moral dan komitmen kami untuk terus mengawal potensi yang ada, khususnya tembakau yang layak mendapat perhatian pemerintah. Para petani menanam dengan penuh harapan, namun kerap kembali dengan kekecewaan. Ini harus menjadi perhatian serius agar ke depan Madura dapat menjadi kawasan ekonomi khusus tembakau.”

Setelah sambutan tersebut, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wiraraja, Ahmad Ghufroni, S.E., M.M., yang dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa atas inisiatif dan kepeduliannya terhadap isu ekonomi lokal. Beliau berharap agar hasil dari diskusi publik ini dapat melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan di tingkat daerah.

Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wiraraja, serta perwakilan petani lokal. Masing-masing narasumber memberikan pandangan yang saling melengkapi terkait dinamika industri tembakau di Madura. Akademisi menyoroti pentingnya penguatan riset dan perumusan kebijakan yang berpihak kepada petani agar sektor tembakau memiliki daya saing dan keberlanjutan. Sementara petani menyampaikan kendala yang mereka hadapi, seperti fluktuasi harga dan minimnya perlindungan terhadap hasil panen.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa rancangan peraturan daerah tentang sektor tembakau tengah dalam proses pembahasan. Beliau menambahkan bahwa pada tahun mendatang aka nada rencana digelar pertemuan lanjutan dengan melibatkan unsur akademisi, aktivis, dan petani untuk membahas langkah konkret penguatan sektor tembakau secara komprehensif sebagai bagian dari pengembangan ekonomi Madura.

Kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa Universitas Wiraraja ini berjalan dengan lancar dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat melalui berbagai pertanyaan dan pandangan yang muncul selama sesi diskusi. Dari keseluruhan pembahasan, disimpulkan bahwa diperlukan kerja sama erat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat petani untuk mewujudkan kebijakan yang adil, berkelanjutan, serta mendukung kesejahteraan petani tembakau

Acara ditutup sekitar pukul 12.30 WIB dengan doa bersama dan sesi foto antara panitia, peserta, dan narasumber. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wiraraja dalam mengawal isu-isu ekonomi daerah, serta diharapkan dapat menjadi pijakan awal menuju kebijakan yang lebih berpihak pada sektor pertanian dan peningkatan ekonomi masyarakat Madura.

DISKUSI PUBLIK EKONOMI : “Tembakau Madura di Persimpangan Jalan antara Harapan dan Kenyataan”
Scroll to top