MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA UNTUK MENGHINDARI FINANCIAL DISTRESS

Dalam membangun rumah tangga tidak hanya dibutuhkan tanggung jawab, tetapi dibutuhkan juga rasa saling percaya, saling menghormati antara suami dengan istri. Membahas tentang rumah tangga, di dalamnya pasti banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi. Salah satu contohnya yaitu masalah keuangan. Mengatur keuangan dalam keluarga bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Bisa jadi hal tersebut menjadi faktor sebuah keluarga menjadi tidak harmonis. Hal ini kerap terjadi akibat kurangnya pengetahuan ibu rumah tangga mengenai cara mengelola keuangan keluarga dengan benar.
Tak bisa dipungkiri, masalah keuangan merupakan salah satu faktor yang harus benar-benar di persiapkan oleh keluarga. Keberadaannya jadi antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, seperti terjadinya financial distress atau yang biasa diartikan kesulitan dalam keuangan. Rencana keuangan dalam keluarga harus disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
Sebuah keluarga tentu tidak hanya memiliki satu tujuan keuangan.Biasanya, dalam sebuah keluarga ada banyak tujuan keuangan yang ingin dicapai, seperti mempersiapkan dana pendidikan anak, mempersiapkan masa tua,” mengantisipasi resiko, mengelolaa keuangann seharii-hari,, mengaturr anggaran,, dann lainnya..iItulah sebabnya anda perlu memiliki sebuah rencana keuangan yang lengkap. Perencanaan“keuangan dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengelola keuangan” dan “membedakan antar kebutuhan dan keinginan yang tidak terlalu dibutuhkan pada masa itu.
Dalam forum sosialisasi sekaligus pelatihan yang diadakan di Desa GingGing, Kecamatan Bluto bersama ibu-ibu arisan terkait manajemen kas yang diikuti kurang lebih 40 orang ibu rumah tangga. Dengan adanya program pelatihan tersebut dapat membuat ibu-ibu rumah tangga menjadi terampil dalam mengelola keuangan keluarganya. Jika awalnya banyak ibu-ibu yang hanya membelanjakan uang sesuai keinginan, diharapkan setelah pelatihan ini dapat mengubah pola pikir ibu-ibu rumah tangga untuk lebih hemat dan membelanjakan uang sesuai dengan kebutuhan.
Pemahaman yang diberikan harus dengan jelas dan rincidikarenakan sebagian dari ibu-ibu rumah tangga yang masih awam. Dengan demikian dilakukan beberapa tahapan-tahapan, pertama memaparkan indikator-indikator apa saja yang dapat menyebabkan financial distress dalam rumah tangga masing-masing yang disertai cara pencegahannya, tahap kedua memberikan tips mengatur keuangan secara baik dan benar, tahap ketiga memberikan wawasan untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, tahap keempat menjelaskan tentang perencanaan pengeluaran keluarga dengan benar, dan terakhir melakukan evaluasi penyelesaian masalah dalam perencanan pengelolaan keuangan.
Setelah tersampaikan seluruh materi mengenai manajemen kas dan financial distress, dilakukan praktik yang melibatkan 2 mahasiswa sebagai pendamping peserta untuk membantu jika terdapat kesulitan selama proses praktik. Tahap akhir pada sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan evaluasi. Setiap peserta diberikan contoh kasus yang berbeda dalam waktu dua jam untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Masing-masing peserta diberikan 10 kasus untuk diselesaikan.Tolak ukur keberhasilan peserta yaitu pada saat mampu menyelesaikan banyaknya kasus yang diberikan.
Dilihat dari hasil praktik yaitu rata-rata peserta mampu menyelesaikan 5 kasus dari 10 kasus yang ada, disamping itu ada sekitar 10 peserta belum mampu untuk menuntaskan kasus tersebut. Pelatihan ini dinilai sudah memenuhi keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan peserta tentang manajemen kas dan finansial distresspada ibu-ibu arisan di Desa Gingging.
Respon serta antusias peserta juga mendukung terlaksananya program pelatihan serta sosialisasi ini. Bukan hanya itu, pemateri juga berperan aktif pada peserta yang belum paham dengan memberikan pemahaman intens dan sabar dalam menjelaskan materi. Peserta berharap agar adanya pelatihan lanjutan untuk memperbaiki perekonomian dengan pengelolaan manajemen keuangan dalam keluarga secara benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top