MENGABDI DI TENGAH PANDEMI : Melatih Siswa Berwirausaha Menggunakan Platform E-Commerce

Generasi muda merupakan cikal bakal penerus generasi saat ini, lambat laun, cepat atau lambat generasi lama akan digantikan dengan generasi baru. Setiap pergantian generasi akan selalu dikuti dengan pergantian dan perkembangan teknologi. Teknologi berkembang sangat cepat, bahkan diberbagai aspek kegiatan social ekonomi tidak lepas dari turut serta teknologi didalamnya.

Generasi muda saat ini harus sudah mulai dikenalkan dengan berbagai perkembangan teknologi, agar bisa menjadi bekal bagi mereka untuk kehidupan dimasa depan. Tidak perlu menunggu kuliah untuk belajar tentang perkembangan teknologi bahkan saat duduk dibangku sekolah siswa sudah harus diperkenalkan dengan perkembangan teknologi, pengenalan teknolgi seharusnya tidak hanya melakukan kegiatan yang tidak produktif di social media akan tetapi bagaiman mengenalkan teknologi dari sisi produktifitasnya.

Banyak hal produktif yang bisa dilakukan melalui teknologi, salah satunya adalah mengenalkan penggunaan platform E-Commerce seperti shoope, Lazada, Tokopedia dan lain sebagainya menjadi ladang bagi siswa unutk melakukan kegiatan produktif seperti Dropshipper. Kondisi yang terjadi saat ini banyak generasi muda khususnya hanya menggunakan teknologi hanya pada kegiatan social media dan menonton video online, selain itu platform E-commerce yang searusnya bisa membawa mnfaat finansial justru menjadi mesi penggerus finansial. Hal tersebut bukan menjadi kegiatan produktif bagi para generasi muda.

Berdasarkan tolak ukur tersebut Dosen Universitas Wiraraja dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis mempunyai Inisiatif untuk melakukan pelatihan penggunaan platform Ecommerce untuk menarik minat Siswa berwirausaha. Pelatihan tersebut dilakukan di Sekolah Madrasah Aliyah Ahlussunnah Waljamaah Ambuten Timur kelas akhir, mengingat para siswa akan segera meninggalkan sekolah mereka sebentar lagi sehingga mereka harus memmpunyai bekal barangakali ada Sebagian dari mereka yang tidak ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Pelatihan yang dilakukan menggunakan metode ceramah di awal dan praktek di akhir serta terus melakukan follow up terhadap siswa yang berminat untuk melakukan usaha di platform ecomerce. Pelatihan tersebut dilkakukan dengan cara mengenalkan kepada para siswa bagaiman menjadi penjual namun tidak mempunyai barang juga tidak mempunyai modal, dalam Bahasa popular yang dikenal saat ini adalah dropshipper.

Jumlah siswa yang ikut serta dalam pelatihan tersebut sebanyak 21 orang siswa dan dilakukan pada hari ahad 22 Agustis 2021. Mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, walaupun petihan tersebut dilakukan dengan perangkat terbatas akan tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti pelatihan hingga selesai. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya siswa yang sangat antusias bertanya mengenai materi yang diajarkan saat pelatihan. Itu artinya bahwa mereka sangat ingin betul – betul mengetahui secara pasti bagaimana proses menjadi dropshipper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top